Hendra EG "BAMaker" #BangkitMaju #BAMovement

Inspirator #BangkitMaju yang sarat pengalaman lapangan. Lantang berbicara, sebagai perpaduan akademisi dan praktisi. Menginspirasi dari kisah nyata kehidupan pribadinya. Hendra EG "BAMaker" siap membangunkan anda untuk BANGKIT dan MAJU menjadi lebih baik. Follow @HendraEG

Jumlah Penduduk Miskin Kabupaten Bogor Tertinggi di Jawa Barat

Oleh

Hendra Etri Gunawan*

Kemiskinan merupakan suatu permasalahan yang dihadapi oleh negara-negara  berkembang,  termasuk di  Indonesia.  Kemiskinan  menyangkut  suatu kondisi  kekurangan  dari  sebuah  tuntutan  kehidupan  yang  paling  minimum, khususnya  dari  aspek  konsumsi,  pendapatan,  dan  kebutuhan  sosial.  Jumlah penduduk miskin di Indonesia berfluktuasi dari tahun ke tahun. Fluktuasi tersebut  juga terjadi di Jawa Barat. Jumlah penduduk miskin di Jawa Barat relatif menurun  dari tahun 2003 hingga 2004, kemudian meningkat kembali hingga tahun 2006. Sementara itu, hasil pendataan program layak perlindungan sosial (PPLS) dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, jumlah rumah tangga miskin di Kabupaten adalah 257.013 Rumah Tangga (1.105.156 Jiwa) atau 24,68% dari jumlah masyarakat Kabupaten Bogor. Jumlah tersebut merupakan yang paling besar di Jawa Barat. Masih menurut data BPS, kepadatan penduduk Kabupaten Bogor adalah 1.5942 jiwa  per  km2. Kepadatan  penduduk  tersebut  berdampak  dalam  penyediaan  infrastruktur serta lapangan pekerjaan yang memadai dan menjadi beban dalam  proses pembangunan. Jika berkualitas rendah akan meningkatkan kemiskinan di  Kabupaten  Bogor.

Indikator kemiskinan yang digunakan BPS ada 14 diantaranya: luas lantai bangunan tempat tinggal, jenis lantai bangunan tempat tinggal, jenis dinding bangunan tempat tinggal, sumber air minum, penggunaan fasilitas buang air besar, jenis bahan bakar untuk masak sehari-hari, sumber penerangan rumah tangga, kepemilikan aset minimal senilai Rp 500.000, frekuensi makan dalam sehari, pembelian pakaian baru dalam setahun, pembelian daging/ayam/susu dalam seminggu, kemampuan berobat ke puskesmas atau poliklinik, pendidikan tertinggi kepala rumah tangga, dan bidang pekerjaan utama kepala rumah tangga.Menurut BPS, suatu rumah tangga dapat dikatakan miskin jika memenuhi minimal sembilan dari 14 indikator yang ditetapkan.

Berbagai program telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bogor, salah satunya adalah dengan membagi wilayah Kabupaten  Bogor menjadi 4 wilayah pengembangan (BAPPEDA,2010):

  1. Cluster Cibinong Raya (Cibinong, Citeureup, Bojong Gede, Sukaraja, Babakan Madang, Tajur Halang).

Peran dan Fungsi:

  1. Pusat Pemerintahan
  2. Perdagangan dan Jasa Regional
  3. Industri Terbatas
  4. Industri Besar dan Manufaktur
  5. Agribisnis
  6. Permukiman

Program Prioritas:

  1. Pengembangan Cibinong Central Bussiness District (CCBD) à kawasan ‘sport center’, revitalisasi kawasan Mayor Oking, penataan kawasan industri
  2. Pembangunan Jalan Bojonggede – Kemang
  3. Pembangunan Jalan Kandang Roda – Pakansari
  4. Pembangunan terminal agribisnis
  1. Cluster Parung (Parung, Gunung Sindur, Ciseeng, Kemang, Rancabungur, Parung Panjang, Tenjo, Rumpin)

Peran dan Fungsi :

  1. Perdagangan dan Jasa
  2. Permukiman
  3. Industri Menengah
  4. Agribisnis
  5. Industri Besar dan Manufaktur
  6. Pertambangan

Program Prioritas :

  1. Perencanaan Pembangunan Rumah sakit Bogor Utara
  2. Pembangunan Terminal Parung
  3. Pemindahan Kantor Kecamatan Parung
  1. Cluster Klapanunggal (Cileungsi, Gunung Putri, Klapanunggal, Cariu, Jonggol, Sukamakmur, Tanjungsari)

Peran dan Fungsi :

  1. Perdagangan dan Jasa
  2. Industri Besar dan Manufaktur
  3. Permukiman
  4. Agribisnis dan Agroindustri
  5. Pariwisata

Program Prioritas :

  1. Pembangunan Pasar Induk dan Terminal Agribisnis Regional
  2. Revitalisasi Kawasan Simpang Susun Cileungsi
  3. Optimalisasi Pengelolaan dan Pemanfaatan Terminal Cileungsi
  1. Cluster Ciawi (Ciawi, Cisarua, Megamendung, Cigombong, Cijeruk, Taman sari, Ciomas)

Peran dan Funngsi :

  1. Perdagangan dan Jasa
  2. Pariwisata
  3. Agribisnis
  4. Industri Kecil

Program Prioritas :

  1. Pembangunan Pasar Induk
  2. Penataan kota terpadu di Cigombong
  1. Cluster Leuwiliang (Leuwiliang, Dramaga, Ciampea, Cibungbulang, Leuwisadeng, Pamijahan, Tenjolaya, Jasinga, Cigudeg, Nanggung, Sukajaya)

Peran dan Fungsi :

  1. Perdagangan dan Jasa,
  2. Agribisnis
  3. Agroindustri
  4. Pendidikan
  5. Industri Kecil
  6. Pariwisata
  7. Pertambangan

Program prioritas:

  1. Pembangunan Jalan Lingkar Selatan

Pembagian wilayah ini dibuat agar pembangunan yang terjadi dapat sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik dari masing-masing daerah. Namun pada kenyataannya permasalahan di lapangan tidak sesederhana yang kita bayangkan. Mental masyarakat kita yang cenderung ingin “enaknya sendiri”, membuat mereka mengambil hak yang bukan hak mereka, khususnya dalam pendataan keluarga miskin. Mereka mengaku miskin, padahal secara nampak fisik tidak mencakup kriteria-kriteria yang dbuat BPS di atas.  Ini merupakan permasalahan, karena kondisi ini, banyak warga miskin yang seharusnya mendapat bantuan jadi tidak mendapat bantuan sebagaimana mestinya. Masih banyak lagi kendala-kendala yang terjadi di lapangan, mulai dari ketidaksiapan sistem hingga “kenakalan” aparatur pemerintah dan masyarakat itu sendiri.

Mengentaskan kemiskinan merupakan tugas kita bersama, antara mahasiswa, masyarakat dan Pemerintah Daerah. Pengentasan kemiskinan hendaknya dijadikan program prioritas pemerintah daerah. Pengentasan difokuskan pada wilayah yang memiliki persentase rumah tangga miskin yang tinggi, yaitu Kecamatan Nanggung, Sukajaya, Ciseeng, Cijeruk, Tanjung Sari, dan Cariu. Pemerintah perlu melakukan pelatihan-pelatihan keterampilan untuk menambah penghasilan bagi rumah tangga di Kabupaten Bogor. Pelaksanaan pelatihan-pelatihan ini dapat bekerja sama dengan mahasiswa melalui program Bina Desa, Community Development, dan Praktek Lapang dari masing-masing kampus. Masyarakat pun dapat membantu pengentasan kemiskinan dengan menyisihkan sebagian rizkinya ke lembaga-lembaga pemberdayaan masyarakat. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk melaksanakan program-program pemberdayan masyarakat yang berhubungan dengan pengentasan kemiskinan. Jika hal ini ini telah dipadukan, bukan tidak mungkin Kabupaten Bogor bebas kemacetan akan segera tercapai.

*Kordinator BEM se Bogor

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TULISAN TERATAS

FOLLOW ME

  • @IrvanSetya Oooh. Ndak apa Mba. Tks Bang. 5 days ago
  • @IrvanSetya Mohon maaf Bang. :D Mohon bantuan senior tuk bantu di FEM. Kebetulan di waktu yg sama sy sdh janji ngisi kuliah umum di FEM jg. 5 days ago
  • Dr dulu sy berharap PKS dan PDIP bs bkoalisi, karena saya Islam, Nasionalisme dan Kerakyatan. Skrg saya tau knp hal itu tdk pernah terjadi. 3 months ago

KATEGORI

ARSIP

BLOG STATS

  • 10,029 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 881 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: