Hendra EG "BAMaker" #BangkitMaju #BAMovement

Inspirator #BangkitMaju yang sarat pengalaman lapangan. Lantang berbicara, sebagai perpaduan akademisi dan praktisi. Menginspirasi dari kisah nyata kehidupan pribadinya. Hendra EG "BAMaker" siap membangunkan anda untuk BANGKIT dan MAJU menjadi lebih baik. Follow @HendraEG

Sahabat Ksatria: Jejak-Jejak Melayani

Shane adalah nama tokoh sekaligus judul film koboi Hollywood. Dalam film ini, Shane diperankan oleh Alan Ladd. Adegan paling penting adalah ketika Shane datang ke sebuah kota kecil yang dikuasai para bandit. Shane lalu duel melawan kepala bandit yang dimainkan Jack Palance. Singkat cerita, Shane berhasil menembak sang bandit. Penduduk kota merasa begitu bergembira, karena sesudah dikuasai rezim bandit selama bertahun-tahun, akhirnya mereka terbebaskan dari cengkraman pada bandit kejam dan bengis itu. Penduduk kota segera merayakan peristiwa ini dengan pesta pora. Tiba saatnya ketika penduduk hendak memberikan balas jasa kepada Shane dengan menganugerahinya sebagai sherrif di kota itu, Shane ternyata sudah memacu kudanya dan pergi. Si koboi menghilang di bukit-bukit yang mengelilingi kawasan kota kecil. Ia datang tiba-tiba, dan pergi, juga, dengan tiba-tiba.

Film ini diakhiri dengan teriakan bergema yang mengharukan dan berulang-ulang dari seorang anak kecil pengagum Shane, si koboi, sambil mengejar kuda yang ditunggangi sang koboi. Alih-alih kembali, kuda Shane malah dipacu dan berlari cepat: “Shane, come back, Shane. Come back…..!!” Teriak anak kecil itu, tetapi Shane tak pernah “come back”. (Arief Budiman dalam Arbi Sanit. 1999. Pergolakan Melawan Kekuasaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar dan Insist Press. Hlm xv). Betapa heroiknya Shane. Ia datang ketika kota tengah dirundung kekacauan dan kegalauan. Shane lalu hadir menyelesaikan persoalan. Setelah tugasnya selesai, Shane berlalu begitu saja, tak meminta maupun menerima imbalan.

Potongan cerita film di atas mengingatan penulis pada sebuah lagu tentang keabadian kasih ibu, “Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia”. Memberi dan memberi, kita hanya bisa memberi dan memberi, mencoba tuk memberi yang terbaik dari usaha yang terbaik.

Hampir genap satu tahun sudah kepengurusan kami (Red: BEM FEM Kabinet Sahabat Ksatria) berjalan. Suka dan duka telah menjadi penghias tersendiri dalam setiap jejak langah perjuangan. Berawal dari keinginan yang mendalam untuk dapat memberi lebih, seperti yang dikupas di paragrapf sebelumnya, kami membangun harapa. Harapan untuk menuju BEM FEM IPB yang peduli, melayani dan professional sehingga akan menjadi solusi dan memberikan kontribusi berarti, bukan sekedar kata tapi tertata dalam kerja nyata.

Pada perjalanannya kami membagi ke 55 program kerja yang ada menjadi tiga fokus pelayanan. Pertama, BEM FEM IPB sebagai bagian dari pergerakan mahasiswa nasional, khususnya dalam core competence Ekonomi dan Manajemen, serta upaya melakukan advokasi atas permasalahan-permasalahan yang ada . Kedua, BEM FEM IPB dalam upaya melakukan pengabdian sosial ke mahasiswa dan masyarakat. Ketiga, kegiatan-kegiatan lain dalam upaya meningkatkat softskill mahasiswa.

Setiap fokus kerja telah mencapai prestasinya masing-masing. BEM FEM IPB yang buka sekedar Event Organizer (EO). BEM FEM tahun ini mencoba untuk mengembangkan sayap kebermafaatannya dengan tanpa mengurangi kualitas EO-EO yang dilaksanakan. Kami mencoba membangun jaringan dan berkontribusi nyata di Forum Mahasiswa Ekonomi Indonsia (FMEI). Pada Simposium Ekonomi Nasional 2009 di UI, kami dipercaya menjadi penanggungjawab isu Ketahanan Pangan. Langkah awal yang strategis, karena yang kami harapkan BEM FEM bukan sekedar “jago kandang”. Selain itu, Kami pun melakukan kunjungan baik secara formal maupun non formal ke beberapa perguruan tinggi negri, diantaranya: UGM, UIN Syarif Hidayatullah dan UNJ, serta mendapat kunjungan studi banding dari BEM FE UI. Hal ini dimaksudkan untuk lebih memperluas jaringan. Sudah saatnya FEM IPB sebagai fakultas termuda ke 2 setelah FEMA, melakukan “ekspansi” tuk memperkenalkan dirinya ke publik. BEM FEM IPB tahun ini memulakan untuk itu.

Pada ranah sosial dan pengabdian masyarakat, kami memiliki dana abadi sosial yang disebut sigana (aksi galang dana). Dana abadi sosial ini bukan hanya bermanfaaat tuk mahasiswa FEM yang membutuhkan, tapi juga mahasiswa diluar FEM yang sangat-sangat membutuhkan bantuan keuangan. Pada pengabdian masyarakat, kami sudah memiliki desa binaan, yaitu Desa Cicadas, Ciampea. Disana kami mencoba tuk mengaplikasikan keilmuan kami di bidang ekonomi dan manajemen, yaitu dengan membina masyarakat agar dapat menghasilkan nilai tambah dari produksi singkong sebagai komoditas pertanian daerah. Kami mencarikan produsen yang nantinya akan menampung hasil produksi masyarakat desa, sehingga akan menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat. Kami pun membina anak-anak yatim piatu Tarbiyatul Yatama di daerah Cibadak. Disana kami memberikan pengajaran dan motivasi agar mereka dapat terus berprestasi. Selain itu, kami juga mengadakan beberapa rangkain kegiatan bakti sosial dibeberapa kegiatan kami, diantaranya: FEMily Day 2009, Greenation 2009, dan yang terakhir adalah CSR Extravaganza 2009.

Pada ranah peningkatan softskill mahasiswa, selain Coast (Community of Art and Culture)) dan LCF (Language Community of FEM), kami pun mendirikan komunitas baru yang dikhususkan bagi mahasiswa yang memiliki minat dibidang entrepreunership. Disini mereka mendapat pembinaan untuk mengembangkan jiwa entrepreunership. Selain itu, kami pun masih tetap mempertahankan proker-proker unggulan BEM FEM sebelumnya yang telah memiliki tempat tersendiri di hati mahasiswa IPB dan Umum, yaitu Greenation 2009, POCER 2009, 4th BGTC , Economic Contest tingkat Nasional, Sportakuler 2009, dan terakhir adalah Extravaganza 2009 yang merupakan gabungan Espresso dan Pujangga.

Waktu memang rajanya realita. Ada awal pasti akan ada akhir. Layaknya seorang koboi Shane yang ia datang, “melayani”, dan akhirnya pergi. Begitu pula dengan kami. Sudah saatnya kami BEM FEM IPB kabinet Sahabat Ksatria mengakhiri masa pelayanan kami. Besar harapan kami, semoga semua bentuk pelayanan yang kami berikan dapat memberikan manfaat tersendiri bagi bangsa ini, almamater dan khususnya mahasiswa FEM IPB. Secara pribadi dan organisasi, penulis mengucapkan terima kasih dan mohon maaf kepada semua pihak yang telah bersinergi dalam rangka menyukseskan kegiatan-kegiatan BEM FEM IPB. Khususnya, kepada pengurus BEM FEM IPB tahun ini, para Sahabat Ksatria yang telah memberikan pengorbanan-pengorbana yang luar biasa. Penulis menyadari masih banyak yang harus jadi perbaikan kedepannya. Penulis mencintai kalian karena iman. Satu hal yang pasti, kontribusi tidak selesai sampai disini. Dimanapun kita berada nanti, berkontribusilah, dan pastikan tempat itu akan lebih baik karena adanya kita. Semoga Allah selalu membimbing kita.

Inilah gerak kami, gerak yang didasari keinginan untuk memberi, bukan menerima karena Allah lah yang Maha Kaya.
Inilah gerak kami, gerak yang didasari keinginan untuk peduli, bukan sekedar kata tapi tertata dalam kerja nyata.
Inilah gerak kami, gerak bersama orang-orang yang kami cintai, mengukir prestasi, merajut kenangan, mengusung pelangi peradaban.
Teruntuk FEM ku, IPB ku, Bangsa ku, dan Alloh pemilik segala urusank
u

( Idealisme Sahabat Ksatria)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 02/12/2009 by in Gerakan Mahasiswa, Opini and tagged , , .

FOLLOW ME

KATEGORI

ARSIP

BLOG STATS

  • 14,209 hits
%d blogger menyukai ini: