Hendra EG "BAMaker" #BangkitMaju #BAMovement

Inspirator #BangkitMaju yang sarat pengalaman lapangan. Lantang berbicara, sebagai perpaduan akademisi dan praktisi. Menginspirasi dari kisah nyata kehidupan pribadinya. Hendra EG "BAMaker" siap membangunkan anda untuk BANGKIT dan MAJU menjadi lebih baik. Follow @HendraEG

BERBAGI ILMU: TIADA YANG BERKURANG DARI KITA

“Jangan kasih tau yang lain. Biar saya aja yang tau. Nanti kan saya yang terlihat hebat.”

Pagi sobat, bagaimana kabar pagi ini? Semoga dalam keadaan sehat dan berkah selalu. Pada seri kali ini saya ingin membahas tentang berbagi ilmu atau bahasa kerennya Knowledge Management. Saya menggunakan istilah ilmu, bukan pengetahuan, karena istilah ilmu lebih familiar di telinga kita. Pada perusahaan-perusahaan besar, berbagi ilmu menjadi suatu kebutuhan yang terprogram. Setiap karyawan difasilitasi untuk bisa berbagi ilmu, baik dengan sistem intranet yang dikhususkan untuk itu atau petemuan rutin yang bersifat tatap muka. Pertemuan-pertemuan pun didokumentasikan dan dibuatkan notulensinya, agar karyawan yang tidak berkesempatan hadir tetap bisa mengetahui dan mendapat ilmu dari hasil pertemuan tsb. Begitu pentingnya berbagi ilmu sehingga perusahaan-perusahaan besar bersedia menganggarkan biaya yang cukup besar untuk itu. Terlepas dari program Knowledge Management yang terlihat rumit, hal yang terpenting dari Knowledge Management adalah pembentukan budaya berbagi ilmu. Budaya yang tanpa kita sadari, kita telah saling berbagi ilmu. Berbagi ilmu untuk menjadi pribadi-pribadi yang lebih bertumbuh.

Kalimat pembuka pada tulisan ini, “Jangan kasih tau yang lain. Biar saya aja yang tau. Nanti kan saya yang terlihat hebat”. mungkin masih ada dari sebagian kita yang berpikir demikian. Kita merasa dengan kita menyimpan ilmu, kita akan mempunyai modal untuk bisa terlihat hebat. Toh akan ada hukum kelangkaan, disaat hanya saya yang tahu, maka saya yang akan dicari dan dibilang hebat oleh banyak orang. Sobat, tulisan ini dibuat sebagai sarana sharing tentang alternatif cara berpikir yang lain. Cara berpikir yang bisa membuat kita hebat dan bersama menghebatkan yang lain. Saya hebat, kamu hebat, dan yang lain hebat. Semua menjadi hebat, dan tim ini pun akan jadi super hebat.

Pada umumnya, prinsip berbagi atau memberi akan membuat kita kehilangan sesuatu yang kita beri. Disaat kita memberi uang Rp 1000 kepada orang lain, maka uang Rp 1000 itu akan jadi milik orang lain dan kita akan kehilangan Rp 1000. Tetapi hal ini tidak berlaku pada ilmu. Coba kita bayangkan, disaat kita tahu 2 x 2 = 4, lalu kita beri tahu kawan yang lain bahwa 2 x 2 = 4, apa kita akan kehilangan ilmu itu? tiba-tiba tidak tahu 2 x 2 = 4? Faktanya adalah kita tetap tahu dan yang lain pun jadi tahu. Coba jika kita saling berbagi ilmu, ilmu kita akan bertambah dan yang lainpun bertambah. Terus bertambah, tidak ada yang akan kehilangan ilmu karena dibagikan ke orang lain.

Teori ERG (Existence, Relatedness, Growth) Clyton Alderfer menjelaskan bertumbuh adalah salah satu kebutuhan manusia. Kebutuhan yang sering kali kita remehkan. Kita beranggapan disaat kita telah menggaji seseorang dan memenuhi kebutuhan dasarnya, maka dirasa cukup untuk menjadi motivasi. Ada kebutuhan yang lain yang sering kali kita lupakan, kebutuhan akan bertumbuh. Kita semua ingin bertumbuh, lebih baik dari hari ke hari, menjadi pribadi-pribadi yang hebat.

Sobat, kita telah memahami berbagi ilmu tidak akan mengurangi apapun dari kita. Bahkan disaat kita berbagi ilmu, kita akan lebih mendalami ilmu yang kita bagi dan kita pun mendapatkan tambahan ilmu dari yang lain.  Disisi lain kita mengetahui, bertumbuh adalah kebutuan kita. Setiap kita pasti ingin menjadi pribadi yang hebat. Menggunakan bahasa tulisan saya sebelumnya “Tentang Sebuah Harapan”, kita semuanya punya harapan yang sama, ingin bertumbuh dan berkembang, tidak ada yang tidak ingin.

Tim membutuhkan pribadi-pribadi yang hebat di dalamnya. Pribadi-pribadi yang hebat akan membentuk tim yang hebat pula. Lalu siapa yang berkewajiban menghebatkan Tim? Kita semua berkewajian menghebatkan tim dengan cara bersedia dan berani berbagi ilmu. Tiada yang sempurna, tiada yang tahu semuanya, karena itulah kita diminta untuk saling melengkapi, saling berbagi ilmu. Seorang pemimpin wajib membimbing anak buahnya. Pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang bisa membimbing anak buahnya untuk menjadi lebih baik. Siap melakukan aksi sederhana lagi? Setelah aksi “Berbagi Harapan”, sekarang kita akan “Berbagi Ilmu”. Insllah, Ilmu yang bermanfaat akan menjadi amal jariyah bagi kita semua.

2 comments on “BERBAGI ILMU: TIADA YANG BERKURANG DARI KITA

  1. Siti Lutfiyah Azizah
    08/05/2012

    hm hm.. jadi gini toh bahasannya lsm kaka..

  2. Hendra EG
    09/05/2012

    Bukan, inimah tulisan2 sederhana untuk motivasi staf di kantor.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 07/05/2012 by in HR Management, Opini and tagged , , , .

FOLLOW ME

KATEGORI

ARSIP

BLOG STATS

  • 14,209 hits
%d blogger menyukai ini: