Hendra EG "BAMaker" #BangkitMaju #BAMovement

Inspirator #BangkitMaju yang sarat pengalaman lapangan. Lantang berbicara, sebagai perpaduan akademisi dan praktisi. Menginspirasi dari kisah nyata kehidupan pribadinya. Hendra EG "BAMaker" siap membangunkan anda untuk BANGKIT dan MAJU menjadi lebih baik. Follow @HendraEG

Pendidikan Anak Berbasis Fitrah

Selamat Pagi Ayah / Bunda! Rabu 08 April 2015, admin berkesempatan untuk ikut kajian rutin bulanan di Masjid Al Amanah Kementerian Keuangan, pembicaranya Ust. Bendri Jaisyurrahman. Ngelanjutkan tema sebelumnya, “Pendidikan Anak Berbasis Fitrah”. Admin coba share yg admin inget ya. Semoga manfaat. Simak yuk!

—–

Pada dasarnya, seorang anak diciptakan dg fitrahnya. Fitrah dg kelebihan-kelebihannya. Yg memberikan “warna” disaat anak besar adalah orang tua nya. Bagaimana orang tua tersebut mendidik anaknya.

Pada dasar nya ada 3 fitrah anak :
1. Fitrah menjadi Pemimpin
2. Fitrah menjadi Cerdas
3. Fitrah Jenis Kelamin

Fitrah menjadi Pemimpin

Alloh menciptakan manusia sebagai pemimpin di muka bumi, bukan karena sekedar taat beribadah kepada Alloh. Kalo sekedar taat, malaikat lebih taat. Alloh memilih manusia karena kemampuan akal yg dimilikinya.

Setiap anak diciptakan dg akal, akal inilah yg memberikan potensi kepemimpinan. Biasakan Anak untuk berpikir, menimbang dan menelaah apa-apa yg jd keputusannya. Jika anak bertanya, biarkan jawaban Ayah /Bunda membuat si Anak kembali berpikir. Tanya balik, dan minta si Anak berpendapat.

Saat Nabi Ibrahim diperintahkan Alloh untuk menyembelih anak nya, Nabi Ismail. Nabi Ibrahim tak serta merta langsung menyembelih Nabi Ismail. Nabi Ibrahim bertanya dan menjelaskan kepada Nabi Ismail, meminta pendapat Nabi Ismail. Nabi Ismail bersedia, barulah dimulailah penyembelihan. Ingat, Nabi Ibrahim melibatkan pikir Nabi Ismail. Ismail diminta berpikir, dan berpendapat.

Anak yg terbiasa diajak berpikir tentang suatu hal. Disaat dewasa, dia akan kokoh pendirian. Tidak mudah ikut-ikutan. Tau mana yg baik dan buruk, bukan sekedar pengetahuan, tp ketindakan dan keputusan dalam hidup nya.

Fitrah menjadi Cerdas

Manusia diciptakan dg jutaan sel otak, jika masing-masing sel otak dipakai mengingat setiap detiknya, maka sel otak baru akan penuh dalam waktu yg sangat lama (admin lupa Angka pastinya). Ini gambaran bahwa Alloh memberikan fitrah kepada manusia, kepada anak kita, kecerdasan.

Imam Syafi’i, harus menutup halam berikutnya saat membaca kitab. Kenapa? Krn sekali saja “ke-intip” maka akan teringat di otak dan merusak tata urutan hafalan. Ada juga ulama yg mendengarkan kajian (admin lupa siapa yg dimaksud), sambil menulis kitab. Lalu ada rekannya yg menegur, dan si Ulama ini menjelaskan,”otak ku yg ini untuk menulis kitab dan yg ini untuk menyimak kajian”. Lalu si Ulama memaparkan kembali kajian nya, tanpa ada satu kata pun yg terlewat/ salah.

Kenapa pun Jazirah Arab yg dipercaya menjadi tempat turun dan berkembangnya Islam? Krn orang Arab terkenal dg kecerdasannya. Dg kecerdasan itu, “transfer” Al Quran menjadi mudah dan cepat. Abu Bakar terkenal dg hafal silsilah keluarga 7 keturuan dr orang se jazirah. Maka, disaat ada warga yg menikah, biasanya mereka bertanya kepada Abu Bakar terkait silsilah keluarga calon nya. Fitrah Kecerdasan!

Lalu, kenapa anak menjadi bodoh? Itu terjadi karena proses pendidikan yg terima dr orang tua nya. Tau kah Ayah/Bunda, penelitian menjelaskan bahwa bentakan kita ke anak usia 1-5 thn, baik bersifat positif atau negatif, dapat mematikan, menghancurleburkan, 10.000 sel otak. Bayangkan, sekali bentak, 10.000 sel otak anak mati. Pada penelitian tsb terlihat anak yg sering terkena bentakan, saat otaknya di “scanning” terlihat banyak bagian yg hitam. Di Luar Negeri, ada orang yg dipenjara karena “membentak” memberi semangat kepada anak pada jarak yg dekat.

Fitrah Jenis Kelamin

Fitrah jenis kelamin manusia itu hanya dua : Laki-Laki dan Perempuan. Tidak ada yg lain. Jika ada laki-laki yg terlihat kemayu atau banci, itu krn proses pendidikan nya ada yg salah. Proses pendidikan yg kehilangan sosok seorang Ayah. Bukan sekedar keberadaan fisik, tp kehadiran pd proses pendidikan. Sering sekali Ayah terlalu sibuk. Anak dibiarkan bermain sendiri. Ayah mengajak bermain ke play ground, tp disana Ayah biarkan anak bermain sendiri, dan si Ayah sibuk chattingan dipojok play ground. Si Anak dikelilingi perempuan. Guru TK, perempuan. Teman bermain pun perempuan. Hasil penelitian menunjukan anak laki-laki sekarang, 70% nya terlihat kemayu.

Demikian Ayah/Bunda, semoga manfaat ya. Ini jg sbg ilmu dan evaluasi ke admin. Yuk sama-sama perbaiki cara kita mendidik anak-anak kita.

Sila di share, agar semakin banyak yg mendapat manfaat.

—–

Mau berbisnis sambil belajar banyak tentang pendidikan anak, yuk join jd reseller afrakids :

Web : http://kinzakids.agenafrakids.com

Fanpage : https://m.facebook.com/profile.php?id=371653052995641

WA : +6281218861307
BBM : 537C8E22

 

happy-child

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 09/04/2015 by in Parenting and tagged , , .

FOLLOW ME

KATEGORI

ARSIP

BLOG STATS

  • 14,209 hits
%d blogger menyukai ini: